Greekk.. Greekk... Greekk..
Dentuman keras bunyi saat tangan besar sibrun menggaruk ketek dipagi hari. Yaahh, seperti biasa peringatan bel sekolah menggugah niatnya untuk bangun dari ranjangnya. Badannya gendut, dan matanya yang merah, memandangi laptop yang masih menyala. Sebuah asrama dengan ranjang kayu yang menjadi tempat gantungan baju-baju keren milik ocid teman sebangku sibrun, yang kotor dan penuh bekas liurnya. Hanya menyisakan sibrun di kamar sendiriansementara itu waktu jam pelajaran pertama akan dimulai pun sudah tinggal lima menit lagi. Dengan santai ia melangkahkan kakinya ke kamar mandi. Seciduk air ia ambildan ia basuhkan ke wajahnya, pertanda ritual bersuci untuk berangkat sekolah telah usai. Sepatu kusam, Tanpa tas, dan seragam usang dengan salah satu kancing yang hilang sehingga memunculkan pusat ari-arinya yang sedalam palung mariana membekas di kaus dalamnya menemani ia pergi ke kelas untuk mengikuti jam pelajaran pertama.
"Heii sibrun, dari mana saja kau? sudah telat 15 menit ini!!" tanya ibu guru dengan nada tinggi sambil menggoyang-goyangkan kumis tipis dibibirnya.
"Biasa bu, namanya juga laki-laki, (dasar siluman lele gendut betina)" jawab sibrun sambil menggumam.
"Sibrun habis pulang dari Haji bu" sahut ocid yang lebih awal datang dengan nada bercanda.
Sibrun pun memandangi ocid dengan tatapan penuh dendam dan dengki di dalam hati, matanya menyala menunjukkan warna merah, hidungnya kembang-kempis seperti sapi mengendus bau cacing.
"Haji dari mana, pokoknya sibrun kamu ibu hukum untuk mencabuti bulu hidung sapi seharian, dan kamu ga boleh mengikuti pembelajaran selama sehari, kamu saya skors!!" Teriak ibu guru pada sibrun.
Dan akhirnya sibrun pergi ke kandang sapi untuk melaksanakan hukuman bodoh yang diberikan oleh siluman lele betina tadi.
Sementara itu dalam kelas, ocid mengikuti pembelajaran dikelas dengan mimik wajah serius karena ocid merupakan seorang anak rajin. Sungguh bagaikan dua belah sisi uang koin yang sangat berbeda.
Ocid memang sangat aktif di kelas, bahkan bisa dibilang hiperaktif. mungkin pengaruh musik dangdut di kalangan paranoid"Aselole Joss" menjadi hantu dalam pembentukan kepribadiannya.
Suasana dalam kelas yang tenang tiba-tiba menjadi horror karena sang siluman lele betina kesurupan. (emang ada ya siluman kesurupan?? hehehe). Iyaa, bener ternyata dia benar benar kesurupan. Kali ini tingkahnya lain, sang siluman berubah menjadi pocong australia alias kanguru.
"Wooohhhh!!!! EErrrrggghhhh!!! Brrbrrrr!! embrllbb embrllbb!!" teriak sang guru, siluman lele betina sambil koprol di bawah meja.
"Tenang, tenang, tenang!! tenang doong iiihh, kamu gituucchh!!" ocid (si paranoid dangdut) mencoba menenangkan ibu guru yang lagi kesurupan.
"Mil komal kamil, sambel goreng teripang enak dicemil. wahai pocong kanguru! kamu kan dari Ausie? kamu udah punya paspor belum? kalo belum kamu keluar yaahh, nanti tak jewer loh telinganya!! hayuukk keluar cepet." Ocid membisikkan mantra di telinga ibu guru yang kesurupan.
Dan akhirnya ocid sukses membuat ibu guru sadar, namun karena kondisi ibu guru yang lemas karena habis kerasukan pocong kanguru dan koprol-koprol di kolong meja. Yahh terdengar seperti berita bagus karena menandakan tidak akan ada lagi pelajaran. Tapi tiba-tiba suaraa bisikan halus..
"Ehhh, kalian akan ibu kasih tugas untuk meresume sebuah buku, silahkan resume kitab sutasoma versi bahasa Uganda. Ibu akan meledak dalam 10, 9,.....1. Dooorrr!!" Pinta ibu guru lemas...
"Pantaaaiii, tolooongg!! tugas macam apa ituu!!" Teriak ocid..
Ocid melangkahkan kaki, berjalan ke asrama dengan raut wajah penuh gelisah karena memikirkan tugas tersebut.
Scene berubah ke kandang sapi, menengok kembali monster gendut yang bermata merah. Yaahh, sibrun pun akhirnya menjalankan tugas yang diberikan kepadanya. Mencabuti kumis sapi pun ia lakukan karena bagaimanapun itu adalah sebuah tugas yang harus dilakukan. Berdiri di depan sapi menghadap lendir yang mengental tapi tak akan menghalanginya. Dengan jurus andalan ia akan menghadapi sapi tersebut.
"Heii, sapii.. kali ini kamu ga akan bisa lari lagi!! karena kamu emang dari awal sudah diikat di sini.. Hahahaha.. jangan khawatir. aku ga akan membunuhmu. heheh kalo cuma kamu sih keciiilll, apalagi hari ini aku belum mandi" tantang Sibrun.
"Moooooo......" Balas sapi
"Apa kamu?? nantangin aku?!!" tandas Sibrun.
"Moooooo......" Balas sapi lagi.
"Dasar kau, rasakan jurus andalanku.. parfum ketiak basah dan belum mandii.. Greekkk..Greekk..Greekk..." Teriak Sibrun sambil garuk-garuk ketiaknya.
"Moooooo......" Teriak sapi sambil mengeluarkan semua lendirnya.
Bau menyengat dari ketiak sibrun menyerang pertahanan lendir sapi. Pertarungan sengit pun terjadi antara sibrun dan sapi. Sampai tiba saatnya mereka mencapai batas mereka. Lendir sapi pun mulai mengering dan sama halnya seperti ketiak sibrun yang mulai rontok satu persatu bulu ketek pamungkasnya.
"Moooo.."" Sapi berteriak mulai kehabisan tenaga.
"Aku tidak akan menyerahh!!! Greekk Greekk Greekkk..." Sibrun tetap tak mau mengalah sambil terus menggaruk ketiaknya.
Sampai akhirnya sapi tergeletak lemas tak berdaya, mulutnya kekeringan, lendirnya habis tak tersisa. Namun tak dapat disangka, sibrun masih dapat berdiri tegak dengan luka yang ada pada ketiaknya yang menjadi gundul karena pertarungan itu.
"Akhirnya aku menang juga, aku sekarang bisa mengambil bulu hidungmu. akan ku cabut semua dan hanya ku sisakan satu sebagai warisanku untukmu" kata kemal sambil melangkah mendekati kepala sapi.
Yaahhh, kemudian ia melangkah meninggalkan sapi dan berjalan menuju kelas dengan bulu hidung sapi yang ada di genggaman tangannya.
Selang beberapa waktu ia melihat bahwa suasana kelas tampak kosong, tak ada satu orang pun. Ia bertanya-tanya kemana perginya semua orang. Bergegaslah ia kembali ke asrama untuk menemui ocid. Sibrun mendapati ocid dengan raut wajah lesu dikamar mereka, memikirkan tugas yang diberikan oleh ibu guru si siluman lele gendut betina.
"Hei ocid, kenapa kau bermuram durja kawan??" Tanya sibrun dengan gagah.
"Ihhhh akang sibruun, aku binguung" balas ocid manja.
"Bingung kenapa sayang?" Tanya sibrun kembali sambil merangkul ocid.
"Inii, tadi kan di kelas ibu guru kesurupan,, terus aku sembuhin.. pas udah sembuh eehhh,, malah dikasih tugas" Jawab ocid.
"Tugas apa lagi?? hadeehhh" tanya kemal nada agak tinggi.
"Di suruh ngeresume kitab sutasoma versi Uganda.. kan kita ga tauukitabnya dimana" jawab ocid sambil mengucek matanya.
"versi Uganda yaa... hmmm kayaknya kita harus berpetualang menuju Uganda" balas sibrun.
"Baiklahh kalo gitu, siapkan baju, uang, dan cadangan makanan. Jangan lupa bawa celana dalam cadangan. kamu tuh emang kebiasaan ga pernah ganti celana dalam" Tambah sibrun.
Mereka berdua melangkahkan kaki menuju luar gedung asrama. Hembusan angin menghembus ke arah mereka. Cahaya matahari yang hangat serasa memberikan tambahan semangat bagi Tubuh mereka. Semangat berapi-api terpancar dari kedua bola mata mereka.
"Ayoo.. Ciidd Berangkaatt!!!!" Ajak sibrun penuh semangat.
"Hyuuuukk cyyiiinnn... Capcuuss!!" balas ocid.
Dan mereka pun melanngkahkan kaki bersama, memulai petualangan mereka mencari dan meresume kitab sutasoma versi Uganda.
----------------------------------------------------
Apakah yang akan terjadi berikutnya... nantikan lanjutannya hanya dii D'terong academy indomie.. hehehe
Dentuman keras bunyi saat tangan besar sibrun menggaruk ketek dipagi hari. Yaahh, seperti biasa peringatan bel sekolah menggugah niatnya untuk bangun dari ranjangnya. Badannya gendut, dan matanya yang merah, memandangi laptop yang masih menyala. Sebuah asrama dengan ranjang kayu yang menjadi tempat gantungan baju-baju keren milik ocid teman sebangku sibrun, yang kotor dan penuh bekas liurnya. Hanya menyisakan sibrun di kamar sendiriansementara itu waktu jam pelajaran pertama akan dimulai pun sudah tinggal lima menit lagi. Dengan santai ia melangkahkan kakinya ke kamar mandi. Seciduk air ia ambildan ia basuhkan ke wajahnya, pertanda ritual bersuci untuk berangkat sekolah telah usai. Sepatu kusam, Tanpa tas, dan seragam usang dengan salah satu kancing yang hilang sehingga memunculkan pusat ari-arinya yang sedalam palung mariana membekas di kaus dalamnya menemani ia pergi ke kelas untuk mengikuti jam pelajaran pertama.
"Heii sibrun, dari mana saja kau? sudah telat 15 menit ini!!" tanya ibu guru dengan nada tinggi sambil menggoyang-goyangkan kumis tipis dibibirnya.
"Biasa bu, namanya juga laki-laki, (dasar siluman lele gendut betina)" jawab sibrun sambil menggumam.
"Sibrun habis pulang dari Haji bu" sahut ocid yang lebih awal datang dengan nada bercanda.
Sibrun pun memandangi ocid dengan tatapan penuh dendam dan dengki di dalam hati, matanya menyala menunjukkan warna merah, hidungnya kembang-kempis seperti sapi mengendus bau cacing.
"Haji dari mana, pokoknya sibrun kamu ibu hukum untuk mencabuti bulu hidung sapi seharian, dan kamu ga boleh mengikuti pembelajaran selama sehari, kamu saya skors!!" Teriak ibu guru pada sibrun.
Dan akhirnya sibrun pergi ke kandang sapi untuk melaksanakan hukuman bodoh yang diberikan oleh siluman lele betina tadi.
Sementara itu dalam kelas, ocid mengikuti pembelajaran dikelas dengan mimik wajah serius karena ocid merupakan seorang anak rajin. Sungguh bagaikan dua belah sisi uang koin yang sangat berbeda.
Ocid memang sangat aktif di kelas, bahkan bisa dibilang hiperaktif. mungkin pengaruh musik dangdut di kalangan paranoid"Aselole Joss" menjadi hantu dalam pembentukan kepribadiannya.
Suasana dalam kelas yang tenang tiba-tiba menjadi horror karena sang siluman lele betina kesurupan. (emang ada ya siluman kesurupan?? hehehe). Iyaa, bener ternyata dia benar benar kesurupan. Kali ini tingkahnya lain, sang siluman berubah menjadi pocong australia alias kanguru.
"Wooohhhh!!!! EErrrrggghhhh!!! Brrbrrrr!! embrllbb embrllbb!!" teriak sang guru, siluman lele betina sambil koprol di bawah meja.
"Tenang, tenang, tenang!! tenang doong iiihh, kamu gituucchh!!" ocid (si paranoid dangdut) mencoba menenangkan ibu guru yang lagi kesurupan.
"Mil komal kamil, sambel goreng teripang enak dicemil. wahai pocong kanguru! kamu kan dari Ausie? kamu udah punya paspor belum? kalo belum kamu keluar yaahh, nanti tak jewer loh telinganya!! hayuukk keluar cepet." Ocid membisikkan mantra di telinga ibu guru yang kesurupan.
Dan akhirnya ocid sukses membuat ibu guru sadar, namun karena kondisi ibu guru yang lemas karena habis kerasukan pocong kanguru dan koprol-koprol di kolong meja. Yahh terdengar seperti berita bagus karena menandakan tidak akan ada lagi pelajaran. Tapi tiba-tiba suaraa bisikan halus..
"Ehhh, kalian akan ibu kasih tugas untuk meresume sebuah buku, silahkan resume kitab sutasoma versi bahasa Uganda. Ibu akan meledak dalam 10, 9,.....1. Dooorrr!!" Pinta ibu guru lemas...
"Pantaaaiii, tolooongg!! tugas macam apa ituu!!" Teriak ocid..
Ocid melangkahkan kaki, berjalan ke asrama dengan raut wajah penuh gelisah karena memikirkan tugas tersebut.
Scene berubah ke kandang sapi, menengok kembali monster gendut yang bermata merah. Yaahh, sibrun pun akhirnya menjalankan tugas yang diberikan kepadanya. Mencabuti kumis sapi pun ia lakukan karena bagaimanapun itu adalah sebuah tugas yang harus dilakukan. Berdiri di depan sapi menghadap lendir yang mengental tapi tak akan menghalanginya. Dengan jurus andalan ia akan menghadapi sapi tersebut.
"Heii, sapii.. kali ini kamu ga akan bisa lari lagi!! karena kamu emang dari awal sudah diikat di sini.. Hahahaha.. jangan khawatir. aku ga akan membunuhmu. heheh kalo cuma kamu sih keciiilll, apalagi hari ini aku belum mandi" tantang Sibrun.
"Moooooo......" Balas sapi
"Apa kamu?? nantangin aku?!!" tandas Sibrun.
"Moooooo......" Balas sapi lagi.
"Dasar kau, rasakan jurus andalanku.. parfum ketiak basah dan belum mandii.. Greekkk..Greekk..Greekk..." Teriak Sibrun sambil garuk-garuk ketiaknya.
"Moooooo......" Teriak sapi sambil mengeluarkan semua lendirnya.
Bau menyengat dari ketiak sibrun menyerang pertahanan lendir sapi. Pertarungan sengit pun terjadi antara sibrun dan sapi. Sampai tiba saatnya mereka mencapai batas mereka. Lendir sapi pun mulai mengering dan sama halnya seperti ketiak sibrun yang mulai rontok satu persatu bulu ketek pamungkasnya.
"Moooo.."" Sapi berteriak mulai kehabisan tenaga.
"Aku tidak akan menyerahh!!! Greekk Greekk Greekkk..." Sibrun tetap tak mau mengalah sambil terus menggaruk ketiaknya.
Sampai akhirnya sapi tergeletak lemas tak berdaya, mulutnya kekeringan, lendirnya habis tak tersisa. Namun tak dapat disangka, sibrun masih dapat berdiri tegak dengan luka yang ada pada ketiaknya yang menjadi gundul karena pertarungan itu.
"Akhirnya aku menang juga, aku sekarang bisa mengambil bulu hidungmu. akan ku cabut semua dan hanya ku sisakan satu sebagai warisanku untukmu" kata kemal sambil melangkah mendekati kepala sapi.
Yaahhh, kemudian ia melangkah meninggalkan sapi dan berjalan menuju kelas dengan bulu hidung sapi yang ada di genggaman tangannya.
Selang beberapa waktu ia melihat bahwa suasana kelas tampak kosong, tak ada satu orang pun. Ia bertanya-tanya kemana perginya semua orang. Bergegaslah ia kembali ke asrama untuk menemui ocid. Sibrun mendapati ocid dengan raut wajah lesu dikamar mereka, memikirkan tugas yang diberikan oleh ibu guru si siluman lele gendut betina.
"Hei ocid, kenapa kau bermuram durja kawan??" Tanya sibrun dengan gagah.
"Ihhhh akang sibruun, aku binguung" balas ocid manja.
"Bingung kenapa sayang?" Tanya sibrun kembali sambil merangkul ocid.
"Inii, tadi kan di kelas ibu guru kesurupan,, terus aku sembuhin.. pas udah sembuh eehhh,, malah dikasih tugas" Jawab ocid.
"Tugas apa lagi?? hadeehhh" tanya kemal nada agak tinggi.
"Di suruh ngeresume kitab sutasoma versi Uganda.. kan kita ga tauukitabnya dimana" jawab ocid sambil mengucek matanya.
"versi Uganda yaa... hmmm kayaknya kita harus berpetualang menuju Uganda" balas sibrun.
"Baiklahh kalo gitu, siapkan baju, uang, dan cadangan makanan. Jangan lupa bawa celana dalam cadangan. kamu tuh emang kebiasaan ga pernah ganti celana dalam" Tambah sibrun.
Mereka berdua melangkahkan kaki menuju luar gedung asrama. Hembusan angin menghembus ke arah mereka. Cahaya matahari yang hangat serasa memberikan tambahan semangat bagi Tubuh mereka. Semangat berapi-api terpancar dari kedua bola mata mereka.
"Ayoo.. Ciidd Berangkaatt!!!!" Ajak sibrun penuh semangat.
"Hyuuuukk cyyiiinnn... Capcuuss!!" balas ocid.
Dan mereka pun melanngkahkan kaki bersama, memulai petualangan mereka mencari dan meresume kitab sutasoma versi Uganda.
----------------------------------------------------
Apakah yang akan terjadi berikutnya... nantikan lanjutannya hanya dii D'terong academy indomie.. hehehe
mau komentar kaya gimana bray?
ReplyDeleteyah tadi komen panjang lebar loding nya gagal -_-
ReplyDeletemenurut saya sebagai pembaca blog2 lucuk sih bahasa yang sodara gunakan sudah bagus. cuma meramunya masih kurang.penuturan ceritanya masih kasar. dihaluskan lagi ya. mungkin sodara bisa coba endorse molto atau downey biar lembut dan wangi. oh iya ide ceritanya juga. sepertinya sodara lebih jenius untuk menceritakan kegiatan nyata menjadi sesuatu yang jenaka ya. untuk membuat cerita fiktif masih kurang. part yang membuat saya tertawa cuma di bagian tulisan kemal. hehe. typo yo. dibikin real aja.cerita di atas terlalu yah gitu deh. maaf ya, baru baca yang satu ini sih, yang lain belom. tingkatkan ya ;p
ReplyDelete*actually saya masih lebih suka penuturan di blog yang lama.yang bisa membuat saya tertawa di kalimat pertama*