Sebelumnya, saya mau ngucapin dulu selamat Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-70. Udah tua aja nih Negaranya.. negara dengan sejuta masalah namun tak akan menyurutkan lautan cinta saya pada Indonesia.
--------------------------------------------------
Ketika tulisan keramat berjudul proklamasi selesai dikumandangkan
Melahirkan sebuah nama surga duniawi
Dibawah komando sang jenderal hingga yang katanya rakyat biasa
INDONESIA, Kau naungi kami dalam hangatnya sayapmu
Ribuan suku, bahasa, ras, dan agama menjadi satu dalam pelukmu
Sebuah ganjaran yang pantas dengan lautan darah pahlawanku
Memberi kami surga
Tempat kami berlindung hingga berpulang
Namun kini apa yang terjadi?
Sayapmu rapuh seiring banyaknya luka yang Kau derita
Luka yang menggerogoti setiap organ tubuhmu
Tak lain yang diberikan oleh para anakmu
Anak bengal yang tega memangsa sesama
Membunuh saudara-nya dengan perlahan
Degradasi moral memperdalam lukamu
Sampai kapankah kau akan terpuruk?
Beban berat untuk sang komando negeri
Melambungkan kembali nama Ibu Pertiwi
Sebuah pertanyaan yang entah kapan dapat menemukan jawabnya
Tapi tak meredupkan matahari dalam relung harapan
Tak mengecilkan do'a putra-putrimu
Untuk menuju Indonesia yang baru
Yang mengembalikan wujud surganya
Yang memerdekakan kata sejahtera
Berkibarlah merah putih-ku
Dirgahayu Indonesia-ku
---------------------------------------------------
Muhammad Rozaqul Anam
--------------------------------------------------
Ketika tulisan keramat berjudul proklamasi selesai dikumandangkan
Melahirkan sebuah nama surga duniawi
Dibawah komando sang jenderal hingga yang katanya rakyat biasa
INDONESIA, Kau naungi kami dalam hangatnya sayapmu
Ribuan suku, bahasa, ras, dan agama menjadi satu dalam pelukmu
Sebuah ganjaran yang pantas dengan lautan darah pahlawanku
Memberi kami surga
Tempat kami berlindung hingga berpulang
Namun kini apa yang terjadi?
Sayapmu rapuh seiring banyaknya luka yang Kau derita
Luka yang menggerogoti setiap organ tubuhmu
Tak lain yang diberikan oleh para anakmu
Anak bengal yang tega memangsa sesama
Membunuh saudara-nya dengan perlahan
Degradasi moral memperdalam lukamu
Sampai kapankah kau akan terpuruk?
Beban berat untuk sang komando negeri
Melambungkan kembali nama Ibu Pertiwi
Sebuah pertanyaan yang entah kapan dapat menemukan jawabnya
Tapi tak meredupkan matahari dalam relung harapan
Tak mengecilkan do'a putra-putrimu
Untuk menuju Indonesia yang baru
Yang mengembalikan wujud surganya
Yang memerdekakan kata sejahtera
Berkibarlah merah putih-ku
Dirgahayu Indonesia-ku
---------------------------------------------------
Muhammad Rozaqul Anam
